Antara Swasembada Pangan atau Ketahanan Pangan, Kaum Milennial Wajib Baca

Kampanye pemilihan presiden mengetuk hati untuk menelusuri kembali makna sebenarnya di balik kata swasembada pangan dan ketahanan pangan.

Bagi beberapa orang istilah ini dapat dimaknai sedemikian rupa, tapi bagi masyarakat luas istilah ini masih sangat awam.  Keduanya hanya memiliki satu visi dan misi di kata pangan saja.

Apa itu Swasembada Pangan?

Swasembada pangan pada dasarnya memiliki makna kemampuan diri sendiri dalam menghasilkan produksi pangan yang terpenuhi dari dalam negri.  Pangan yang dimaksud berupa bahan makanan pokok seperti: beras, jagung, dan umbi-umbian.  Hasil pangan tersebut juga harus mampu didistribusikan ke seluruh pelosok wilayah dengan harga yang terjangkau.

Apa itu Ketahanan Pangan?

Sementara itu, ketahanan pangan adalah satu sistem yang mengatur ketersediaan, distribusi, dan konsumsi pangan.  Berfungsi untuk menjamin pasokan pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk, baik dari segi kualitas, kuntitas, keragaman dan keamanannya. Untuk menjaga ketahanan pangan, maka impor yang dilakukan oleh pemerintah tidak menjadi masalah dalam hal ini, asalkan bahan pangan utama selalu tersedia dan didistribusikan dengan baik.

Terlepas dari kata swasembada pangan dan ketahanan pangan, sebenarnya masyarakat Indonesia lupa bahwa masih banyak makanan pokok selain beras yang kita miliki.  Tapi agaknya lidah dan perut kita sudah terlalu manja dengan keberadaan beras yang dimasak menjadi nasi.

Entah 2019 nanti kita akan menuju swasembada pangan atau ketahanan pangan, yang penting kita dapat memaknai terlebih dahulu maksdu dari 2 kata tersebut.

Kalo kamu lebih setuju mana?

-by : MD-

error: Content is protected !!