Serba-Serbi Closing Ceremony Asian Games ke-18 tahun 2018

Dibalik perhelatan akbar Closing Ceremony Asian Games ke-18 tahun 2018 yang sangat spektakuler, ada beberapa kejutan yang membuat penonton di Gelora Bung Karno (GBK) dan di rumah mejadi meledak-ledak.

Walupun dikatakan tidak akan semegah Opening Ceremony, tetapi tetap saja Closing Ceremony memberi kesan yang sangat luar biasa.  Berikut beberapa poin spektakuler dalam Closing Ceremony Asian Games 2018.

Presiden Jokowi Nobar dari Lombok

Rasanya memang ada yang kurang ketika Bapak Indonesia tidak hadir di tengah-tengah euporia Closing Ceremony Asian Games ke-18. Ternyata Presiden kita sedang berada di Lombok dan nobar (nonton bareng) Closing Ceremony Asian Games lewat 3 layar besar yang bertempat di lapangan sepak bola Desa Gunung Sari, Desa Lombok Barat bersama pengungsi korban gempa bumi yang akhir-akhir ini tengah melanda Lombok.  Presiden Jokowi ditemani oleh Tuan Guru Bajang Zainull Majdi Gubernur NTB dan warga pengungsi lainnya.  Dari Lombok juga Presiden Jokowi menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan atas peyelenggaraan kegiatan tersebut, dan pretasi yang telah dipersembahkan atlet Indonesia dengan hadiah 31 mendali emas dan menduduki urutan ke-4. Aksi goyang dayung juga diperlihatkan oleh Presiden Jokowi saat berada di Lombok sama halnya dengan aksi goyang dayung beliau saat Opening Ceremony di GBK.  Tak lupa Presiden Jokowi menyampaikan doanya untuk masyarakat Lombok agar keadaan menjadi semakin membaik.

Heart Symbol dari Presiden OCA

Setelah Wakil Presiden Jusuf Kala menyampaikan sambutan, kemudian dilanjutnya dengan sambutan Presiden OCA (Olympic Councul of Asia) Sheik Ahmad Al-Fahad Al Sabah.  Presiden OCA juga sempat menyapa Presiden Jokowi yang tengah berada di Lombok. Menggunakan Bahasa Indonesia Sheik Ahmad Al-Fahad Al Sabah mengucapkan kata “Terimakasih banyak, kami cinta kalian” sambil membentuk heart symbol dengan kedua tangannya yang berada di atas kepala. Aksi ini sontak mengudang riuh gemuruh para atlet yang berada di GBK. Saat closing statement Presiden OCA juga menambahkan kata “ Indonesia, kami cinta kalian” sambil sekali lagi membuat heart symbol.

Gebrakan dari Oppa Korea

Isu tampilnya boyband asal Korea Super Junir (Suju) dan Ikon saat Closing Ceremony memang sudah ramai diperbincangkan.  Malam kemarin Ikon tampil dengan membawakan single hitsnya yaitu Love Scenario dan Rhtyhm Ta.  Member Ikon yang terdiri dari B.I, Bobby, Jinhwan, Ju-ne, Yunhyeong, Donghyuk dan Chanwoo berhasil menggebrak GBK dengan penampilan mereka yang sangat memukau.  Sementara Suju juga mencuri hati para penonton dengan mebawakan 3 lagu andalannya seperti : Sorry Sorry, Mr.Simple dan Bonamana.  Member Suju yang tampil di GBK hanya 7 orang saja, diantaranya : Leetuk, Siwon, Yesung, Shindong, Ryeowook, Heechul, Donghae, dan Eunhyuk.  Sementara Kangin dan Sungmin dikabarkan tengah vakum dan Kyuhyun sedang menjalani wamil (wajib militer). Donghae mengaku merasa sangat terhormat bisa tampil dalam Closing Ceremony Asian Games yang sangat megah tersebut.  Walaupun Wishnutama mengungkapkan perhelatan ini tidak semegah Opening Ceremony, tapi tetap saja Closing Ceremony mampu memberikan energi yang luar biasa di dalam GBK.  Berbeda dengan Opening Ceremony yang menampilkan budaya Indonesia, maka saat Closing Ceremony budaya Asian yang lebih ditampilkan, terbukti dengan diundangnya beberapa penyayi hits yang dimiliki Asia.

Meraih Bintang Versi India

Kali ini lagu Meraih Bintang dinyayikan dengan versi India saat Closing Ceremony Asian Games ke-18.  Siddarth Slatina pria asal India ini terpilih untuk menyanyikan lagu Meraih Bintang yang telah dirubah menggunakan Bahasa India dengan judul Himmat Ke Pankh (Meraih Bintang).  Siddarth menghilangkan refren “yo ayo” dan menggantinya dengan iringan musik digitan yang memberikan nuansa baru.  Sementara untuk lagu Meraih Bintang versi Indonesia dinyayikan oleh penyanyi muda dan bersuara syahdu Afgan Syahreza.

-by : MD-

 

Keren Indonesia.

error: Content is protected !!